Hadiah Pahlawan untuk Gus Dur dan Soeharto

03/05/10


Hadiah Pahlawan untuk Gus Dur dan Soeharto

Pengabdian dan perjuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengorbanan. Pengabdian dan perjuangan selalu menuntut pengorbanan. Ketika seseorang mengabdikan dirinya untuk bangsa, maka ia butuh suatu pengorbanan. Begitu juga perjuangan dalam mempertahankan negaranya serta mengisi hal yang bermanfaat bagi kehidupan negaranya pasti membutuhkan pengorbanan.
Dalam konteks kewarganegaraan, sudah sepatutnya kita mengabdikan diri dan berjuang demi kepentingan bangsa. Sikap itu merupakan manifestasi dari bentuk cinta tanah air yang juga merupakan bagian dari nilai-nilai keberagamaan ‘mencintai tanah air adalah bagian dari iman’. Sikap tersebut sudah dibuktikan para pejuang-pejuang negeri ini. Dari semangat keberimanannya mereka mengabdikan dirinya dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dengan mengorbankan harta, jiwa dan raga. Mereka adalah para pahlawan bangsa. Bangsa yang cerdas menurut Soekarno adalah bangsa yang mau menghormati para pahlawannya.
Baru-baru ini kata “pahlawan” kembali bergema di sejumlah media, yaitu terkait pro-kontra pemberian gelar pahlawan bagi mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Soeharto. Beragam pendapat berseliweran, mulai dari yang mendukung kedua tokoh tersebut dengan mengelu-elukannya, sampai yang menolak habis-habisan.

Barack Obama, Presiden AS. “Gus Dur tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia. Dia akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama.”

Tun Najib Razak, PM Malaysia. “Pengaruh kuat Gus Dur dalam menentukan Indonesia tidak dapat dianggap remeh. Gus Dur merupakan negarawan dan ilmuwan. Dia berjuang untuk membawa perubahan dan reformasi yang didasari nilai-nilai Islam.”

Lee Hsien Loong, PM Singapura. “Gus Dur akan selalu diingat sebagai tokoh Islam moderat dan pembela kaum minoritas.”

Habib Rizieq Syihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI). “Gus Dur itu buta mata, juga buta hati.”

Abu Bakar Ba’asyir, Pimpinan Ponpes Ngruki, Solo. ”Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur. Jadi, mengenai Mr. Dur, menurut keyakinan saya Mr. Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama, padahal Allah mengatakan innaddina ’indallahil islam (sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam). Belum lagi perkataan dia soal Qur`an porno, dan pluralisme.”

Kevin Ruud, Perdana Menteri Australia. “Soeharto merupakan figur berpengaruh dalam perkembangan ASEAN dan APEC...”

Dewi Soekarno, putri Presiden Soekarno. “Saya tak mau mencaci orang yang telah meninggal. Namun saya tidak bisa memaafkan Soeharto. Soeharto itu Pol Pot-nya Indonesia.

Mahatir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia. “Soeharto memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia, yang memiliki lebih dari 13 ribu pulau dan 200 juta jiwa penduduk. Meskipun Indonesia bukan negara demokrasi ideal selama masa Soeharto, faktanya ia membawa stabilitas di Indonesia. Tentu saja ada harga yang harus dibayar.”

Xanana Gusmao, Presiden Timur Leste. “Pikir pakai otak!!” (ketika ditanya soal pemberian maaf kepada Soeharto. Xanana pernah di penjara saat Soeharto berkuasa).

0 komentar to Hadiah Pahlawan untuk Gus Dur dan Soeharto

Posting Komentar

Copyright 2010 Pustaka Zeedny

Design by Money Saving Tips | Blogger Templates by Blogger Template Place